A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/musiclis/public_html/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: libraries/Session.php

Line Number: 672

Music List
SKA Mendapatkan Rumah Barunya di Indonesia

Jamaicansmusic.com membuat film dokumenter soal reggae di Indonesia
Reggae memang berasal dari jamaika, namun kita patut berbangga karena baru-baru ini Jamaicansmusic.com yang merupakan situs musik terbesar di Jamaika membuat film dokumenter soal reggae di Indonesia.
Direktur jamaicanmusic.com Alex Morrissey kepada media lokal Jamaika \"The Sunday Greaner\", sangat tertarik dengan perkembangan reggae di indonesia. ketertarikan Alex Morrisey berawal ketika ia menelusuri fanpage facebooknya serta mendapat 2 juta lebih fans jamaicanmusic.com dan 500 ribu diantaranya berasal dari indonesia. 
Alex Morryssey pun terbang ke indonesia untuk melihat secara langsung. hasilnya dia beserta timnya Biko Kennedy dan Tanaka Roberts membuat film dokumenter yang berjudul \"The Many Languague of Reggae : Indonesia\", yang akan dirilis di Jakarta pada bulan Februari dan Maret di Jamaika.
\"Iklim Reggae di Indonesia sangat menakjubkan, dan inspiratif. Cara orang Indonesia mengartikan Reggae dan Ska membawa kita kembali kepada jaman Desmond Dekker dan Prince Buster (*pionir-pionir Jamaican music jauh sebelum Bob Marley). Di saat puncak prima dan penggarapan musik Reggae dari segi sound pada awal Reggae berkembang. Secara esensinya, orang Indonesia telah mengikuti sound Reggae atau Ska secara murni. Namun ini sesuatu yang anda harus alami sendiri untuk mengerti apa yang saya maksud... film dokumenter kami akan tonjolkan sound Reggae Indonesia.\" Tutur Alex.
Menurut Alex, rata-rata orang Jamaika kini sepertinya mengabaikan Ska dan tidak di Indonesia yang melihat Ska dan Reggae lebih terkait. Orang-orang Jamaika Tidak peduli dengan Ska hits yang Klise atau Ketebak, ketimbang orang Indonesia yang mengenal musik Ska.
Dari  sound Reggae sendiri di Jamaika terdengar Kontemporer, Namun reggae di Indonesia terdengar tradisional. Alex membandingkan bahwa sound ReggaedanSka di Indonesia mendekati sound the Wailers tahun 1960an dan \'70-an.
Kesamaan Reggae Jamaika dan Indonesia banyak sekali papar Alex.
\"Kesamaannya adalah semangat dan kecintaan terhadap musik. Kami datang ke sebuah konser di Jakarta di mana berlangsung selama 10 jam, penonton tidak henti untuk menari dan bernyanyi bersama di saat setiap artis tampil. SETIAP ARTIS ! kurang-lebih ada sekitar 25 band dan mereka mendapat kesempatan untuk tampil selama 30-45 menit. Entah dari mana mereka dapat semangat ini.\"
Robert menambahkan, bahwa iklim Reggae di Nusantara tidak seperti di Jamaika namun memiliki getaran yang sama. walaupun dari benua yang berbeda, orang Indonesia telah mencapai \"spirit\" musik rakyat Jamaika. Mengejutkan juga, bahwa iklim Dancehall kurang aktif di Indonesia dan sebaliknya di Jamaika. 
Alex mengatakan bahwa mungkin akibat latar belakang bahasa Inggris, Reggae lebih mudah ditangkap dan dicerna ketimbang lirik Dancehall yang sulit dimengerti karena bahasa Patois atau Patwa (Bahasa rakyat Jamaika).
Dalam riset kami hanya ada satu orang di Indonesia yang mewakilkan spirit atau iklim Dancehall dalam karya-karyanya - ia lah Ras Muhamad - dan ia salah satu musisi ternama di Indonesia.
Biko menambahkan bahwa Ska telah dilupakan olah orang Jamaika.
\"Reggae dan Ska di Indonesia sangat inspiratif. Saat saya di melihat puluhan artis tampil dan respon penonton membuat mata saya sangat terbuka terhadap sebuah genre ska yang tidak mati namun terlupakan oleh orang-orang Jamaika. Bila kita tidak peduli, negara-negara lain akan mencari keuntungan dari sebuah hal yang kita ciptakan di mana orang Jamaika tergila-gila dengan Dancehall yang tidak terlalu disukai oleh dunia dibanding Reggae dan Ska.\"
\"The Many Languague of Reggae : Indonesia\", akan menjadi film dokumenter pertama untuk Alex beserta timnya Biko Kennedy dan Tanaka Roberts. Film dokumenter ini akan manggambarkan sejarah, evolusi, ideologi Rastafari, bisnis dan juga bagaimana Reggae dapat bertahan di Indonesia.
Tim Jamaicansmusic.com juga berencana untuk merilis film tersebut bulan Februari secara langsung di Indonesia.
- Andrika Eko Sepratama

.

  • Share
Tags

Coming soon


\"industri musik boleh saja hancur, tapi musik takkan pernah mati. keep the diy spirit!%u201dkutipan yang saya tulis enam tahun yang lalu, bisa jadi masih tetap berlaku meski teknologi dalam industri musik berubah bentuk. %u201cthe diy (do it yourself) spirit%u201d ada.
Band read more..


Video

Previous
Next