The beatles,Plagiat Tanpa Terdeteksi

Edgar O. Cruz dalam bukunya  "The Beatles: Extraordinary Plagiarists" mengupas tentang sisi lain the beatles.musisi legendaris dari inggris tersebut,  disebut  sebagai plagiat dari karya-karya yang sudah dihasilkan dan dikonsumsi oleh pendengar musik di hampir seluruh  dunia.
Menurut Cruz, Lennon dan McCartney hanyalah dua orang yang ingin menjadi Elvis Presley dimana menulis lagu dengan mengabaikan dasar-dasar musik. Namun, mereka berkembang menjadi musisi dan pencipta lagu yang paling komersial dan fenomenal dari generasi mereka. 
Hampir seluruh tindakan The Beatles %u201Cmenyalin%u201D lagu dilakukan secara sadar, walau sering dikaburkan dengan fakta bahwa mereka dikuasai narkoba saat melakukan itu. Lennon dan McCartney disebut sering %u201Cmenyadap%u201D grup lain di sesi rekaman dan memunculkan lagu-lagu yang mirip sadapan itu di lagu-lagu The Beatles.
Dari 213 lagu yang resmi dirilis di Inggris. The Beatles mampu melewati tuduhan bahwa materi mereka sebagian besar adalah lagu lain yang ditulis dalam bentuk baru. Bahkan saat Lennon dan McCartney berulang kali mengakui bahwa mereka mengambil lagu-lagu orang dan ditulis kembali setelah The Beatles bubar. Penggemar menolak untuk percaya.
Tapi John Sebastian, vokalis The Lovin%u2019 Spoonful yang lagunya diambil McCartney berjudul %u201CCalifornia Dreamin%u201D dan kemudian dibuat lagu baru berjudul %u201CGood Day Sunshine%u201D merasa lebih tahu. Sebastian menyatakan bahwa bakat The Beatles %u201Cadalah mampu memplagiat tampa terdeteksi%u201D. "In other, they are 'original'  plagiarists that made them extraordinary."
Buku setebal 172 halaman ini, ditulis sesuai urutan kronologis dari siklus kreatif The Beatles. Termasuk mengangkat beberapa cerita serta perbandingan dari lagu-lagu asli serta perubahan menjadi lagu baru oleh The Beatles. 
Selain data-data dokumen dari The Beatles sendiri, narasumber buku ini juga menampilkan pandangan dari para ahli musik masa lalu dan sekarang.Termasuk sejarawan budaya pop seperti Jan Winner dan Ian Mcdonald, serta sumber otoritatif seperti Time, Newsweek, The New York Times, Rolling Stone, NME, Playboy, dan penelitian dari penulisnya sendiri.
Buku ini didistribusikan secara ekslusif oleh Amazon.com. Dan yang pasti, buku ini langsung menuai kontroversi.
-Andrika Sepratama


.

  • Share

Coming soon


\"industri musik boleh saja hancur, tapi musik takkan pernah mati. keep the diy spirit!%u201dkutipan yang saya tulis enam tahun yang lalu, bisa jadi masih tetap berlaku meski teknologi dalam industri musik berubah bentuk. %u201cthe diy (do it yourself) spirit%u201d ada.
Band read more..


Video

Previous
Next