A tribute to our beloved friend IWAN MADJID

Iwan Sutri Tjondro Abdul Madjid, Tak banyak yang mengenal namanya. Namun, lelaki kelahiran 27 Maret 1957 ini dinilai banyak memberi kontribusi dalam musik di Indonesia. Iwan Madjid, selama 4 tahun mengenyam pendidikan di  LPKJ (yang sekarang berubah menjadi IKJ) antara tahun 1977-1981 dengan mengambil mata kuliah Seni Vokal sebagai majoring-nya dan piano serta flute sebagai minoring-nya. Iwan Madjid juga pernah mendukung musik Grup Operette Cikini.

 

Di tahun 1979,  membentuk band Abbhama bersama sederet mahasiswa IKJ. Kemudian tahun 1983 Iwan Madjid dan Darwin B Rachman (keduanya adalah anggota Abbhama) membentuk band progresif dgn nama Wow yang kemudian didukung pula oleh Fariz RM.Tahun 1990 membentuk Cynomadeus bersama Eet Sjahranie,Fajar Satritama,Todung Panjaitan dan Arry Safriadi.Iwan Madjid sendiri juga melebarkan kegiatannya dengan membuat music score film-film layar lebar seperti %u201CLupus IV%u201D (1990),%u201DOlga dan Sepatu Roda%u201D (1991) dan %u201COjek%u201D (1991) termasuk membuat musik tema serial sinetron %u201CRumah Masa Depan%u201D di TVRI.

 

Ditahun 2014 ini Iwan Madjid memang telah berupaya kembali ke musik, ini terlihat ketika ikut mendukung album solo Baruna, penyanyi rock yang pernah menjadi vokalis El Pamas dan Jagat .Iwan pun sangat bangga ketika album Abbhama yang masuk dalam daftar 150 Album Indonesia Terbaik versi majalah Rolling Stone Indonesia itu dirilis secara internasional, betapa bersemangatnya Iwan untuk kembali bermusik dan menulis lagu-lagu baru serta merencanakan untuk reuni Wow bersama Fariz RM. Namun sayang rencana-rencana itu tak jadi terwujud, karena pada tanggal 17 Juli 2014 Sang Khalik telah memanggilnya

 

Dan pada hari Jum%u2019at 5 September 2014 yang lalu Fariz RM dan Darwin B Rachman melakukan reuni Wow yang didukung Tony Wenas dan Herman Gelly dari Symphony. Malam konser yang bertajuk A Tribute To Our Beloved Friend IWAN MADJID ini diselenggarakan di Airman Lounge Sultan Hotel Jakarta. Acara yang dipromotori oleh Jodie Production ini terbilang sederhana namun dikemas sangat apik ditambah dengan penayangan VT tentang almarhum, susunan rundownnya pun dibuat beberapa segment dan diberinama band2 yang pernah dibentuk oleh almarhum sehingga semua rekan yang hadir bisa flashback dan terkenang kembali ketika saat2 berkarya berasama almarhum, begitupun para penggemar dpt bernostalgia mendengarkan karya - karya almarhum yang dimainkan pada malam itu.

 

Acara A Tribute To Our Beloved Friend IWAN MADJID dimulai sekitar pukul 20:30 WIB dihadiri oleh keluarga, rekan, murid dan juga penggemar almarhum. Acara yang dipandu oleh pengamat musik Denny Sakrie dibantu oleh Herwin Wapres diawali dengan do%u2019a dilanjutkan dengan cerita almarhum saat bergabung dengan Grup Operet Cikini serta sambutan dari perwakilan keluarga almarhum.

 

Untuk performa musiknya sendiri dibagi beberapa segment, untuk segment ke-I Segment Abbhama diawali penampilan GROOVADER Band yang berasal dari IKJ yang mengcover lagu %u201CKembali%u201D dari Abbhama, yang dilanjutkan oleh penampilan Abbhama dengan membawakan beberapa lagu diantaranya Alam Raya dan Asmara.

 

Segment ke %u2013 II dinamakan Segment Wow %u2013 Produk Hijau. Dalam segment ini Fariz RM bertindak sebagai vokalis dan didukung oleh drumer senior Ekki Soekarno sehingga berformasi menjadi double drum. Lagu lagu yang dibawakan dalam segment ini antara lain: Mencari Diri, Merdekanya Orang Muda Kaya, Cinta dan Armageddon.

 

Masih dalam nuansa kebersamaan almarhum dengan Wow segment ke %u2013 III ini dinamakan dengan Album Wow yang lainnya yaitu Segment Wow %u2013 Produk Jingga. Lagu  - lagu dalam Produk Jingga yang dibawakan dala segment ini antara lain : Cinta 3, Purie Dhewayani, Puber, Dan Sebaya Usia.

Segment yang ke %u2013 IV Segment Cynomadeus termasuk segment yang ditunggu %u2013 tunggu karena almarhum membentuk Cynomadeus bersama Todung Panjaitan dan Arry Safriadi, serta motor Grup Musik Rock Indonesia papan atas EDANE yaitu Eet Sjahranie dan Fajar Satritama. Cynomadeus membawakan 3 buah lagu yaitu : Revolusi Opus 13 (instrumentalia), Circus dan Cynomadeus.

 

Acara A Tribute To Our Beloved Friend IWAN MADJID ditutup dengan lagu Pilar Harmony, yang dimainkan oleh rekan almarhum sebagian besar artis pendukung acara. (mamet/red)

  • Share
Tags

Coming soon


\"industri musik boleh saja hancur, tapi musik takkan pernah mati. keep the diy spirit!%u201dkutipan yang saya tulis enam tahun yang lalu, bisa jadi masih tetap berlaku meski teknologi dalam industri musik berubah bentuk. %u201cthe diy (do it yourself) spirit%u201d ada.
Band read more..


Video

Previous
Next