A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/musiclis/public_html/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: libraries/Session.php

Line Number: 672

Music List
konser 40 tahun erros djarot


Musiclisfprum, Konser 40 Tahun Erros Djarot Berkarya, telah digelar Jumat (14/2) tadi malam, di Planery Hall Jakarta Convention Center (JCC). Perjalanan Erros selama 40 rahun di rangkum tadi malam berdurasi kurang lebih empat jam.

Konser tersebut menceritakan tiga babak penting perjalanan Erros yang dibagi menjadi beberapa segmen seperti "Sang Penata Musik" "Sang Sutradara", "Sang Redaktur", "Sang Politisi" dan "Sang Musisi". Rangkaian perjalanan Erros itu di tulis oleh Mira Lesmana untuk membawa penonton ke dalam cerita. Adegan diarahkan oleh Jay Subiakto dan musik di bawakan oleh Erwin Gutawa.

Konser dibuka dengan cerita Erros dalam kiprahnya sebagai penata musik. Once membuka konser dengan lagu "Penghuni Malam" dalam album Kodrat. Disusul dua lagu dari album Kawin Lari yakni "Bisikku" dan "Si Kembang Mawar" yang dinyanyikan oleh Marcel dan Woro. Kemudian penyanyi pendatang baru Eva Celia juga membawakan lagu milik Erros berjudul "Semusim". Segmen Erros sebagai penata musik ditutup oleh penampilan Bunga Citra Lestari dengan lagu "Baju Pengantin" dalam album mahakarya Erros, Badai Pasti Berlalu.

Memasuki segmen kedua, Erros sebagai sutradara tentu penonton di bawa kedalam karya fenomenalnya yakni film Njoet Nyak Dien. Sebelum memasuki segmen ini, pemain utama dalam film itu, Christine Hakim memberikan sambutan.  Dalam segmen ini diputar bagai mana Erros membuat film itu yang berhasil meraih berbagai macam penghargaan. Diakhir segmen band The S.I.G.I.T. Membawakan lagu "Moral" dan "Kembalikan Masa Depanku" yang membuat penonton semakin meriah.

Perjalanan kisah Erros sebagai jurnalis juga diangkat dalam konser ini dalam segmen "Sang Redaktur". Tak banyak kegiatan Erros dibidang ini. Membuat Tabloid Detik yang sempat dibredel pada tahun 1994 membuat Erros harus menghentikan langkahnya dalam bidang jurnalistik. Kegiatan Erros pun ternyata membuat album Detik  yang tak sempat di publikasikan. 

Perjalanan Erros dalam bidang jurnalistik diceritakan secara drama musikal yang di bawakan oleh Kikan, Dendy Mikes dan musikal Laskar Pelangi. Kisah drama pebredelan media massa oleh penguasa orde baru membuat merinding para penonton. Apalagi dengan lagu-lagu yang membuat aura cerita semakin kuat seperti lagu " Aku Wartawan Muda Indonesia", "Berputar", "Pemilu ble ble" dan "Jangan Menangis Indonesiaku".

Memasuki segmen terakhir yaitu karya Erros Djarot dalam membuat lagu yang dikemas dalam segmen "Sang Musisi". Segmen ini menjadi klimaks konser tadi malam. Lagu pertama lagu yang diciptakan Erros yang baru pertama kali diperdengarkan tadi malam berjudul "Indonesia" yang di bawakan oleh Aorea. Setelah itu grub band Alexa membawakan lagu "Selamat Jalan Kekasih", "Angin Malam" dan "Malam Pertama" secara akustik. 

Glen Fredly membawakan lagu "Pelangi dan Merepih Alam". Marcel dan Eva membawakan "Serasa" dan "Matahari". Once dengan kualitas vokal yang tinggi dipercaya membawakan lagu "Merpati Putih". Dan lagu pamungkas yang ditunggu-tunggu tentu lagu "Ketika Cinta Kehilangan Kata" dan "Badai Pasti Berlalu" yang di bawakan dengan suara khas dari Berlian Hutauruk. Dilagu terakhir ini penonton punstanding ovation kepada Erros Djarot.

Setelah rangkaian lagu selesai dinyanyikan Erros pun keluar dari balik panggung memberikan kecupan hangat kepada penonton. Penonton pun kembali berdiri dan bertepuk tangan.

"Terima kasih, kawan-kawan saya baik yang pengangguran sampai menteri. Saya berkawan dengan semua lapisan. Malam ini adalah malam dari saya, hanya serangkaian lagu-lagu yang saya ciptakan. Kalau karya ini baik bukan karena saya sendiri,"tutupnya.  (ram)
-Chandra Budiman

  • Share
Tags

Coming soon


\"industri musik boleh saja hancur, tapi musik takkan pernah mati. keep the diy spirit!%u201dkutipan yang saya tulis enam tahun yang lalu, bisa jadi masih tetap berlaku meski teknologi dalam industri musik berubah bentuk. %u201cthe diy (do it yourself) spirit%u201d ada.
Band read more..


Video

Previous
Next